RSUD Simpang Lima Gumul

Hipotermia: Ketika Suhu Tubuh Turun Drastis dan Mengancam Nyawa

Diposting oleh: Promosi Kesehatan | 13 Oct 2025

Hipotermia: Ketika Suhu Tubuh Turun Drastis dan Mengancam Nyawa

Apa Itu Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika suhu inti tubuh seseorang turun drastis di bawah batas normal, yaitu di bawah (). Suhu tubuh normal manusia umumnya berkisar antara hingga .

Penurunan suhu tubuh yang ekstrem ini terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas. Akibatnya, sistem saraf, jantung, dan organ vital lainnya tidak dapat berfungsi dengan normal. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat berujung pada gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, kehilangan kesadaran, dan bahkan kematian.

Penyebab Utama Hipotermia

Hipotermia sering kali disebabkan oleh paparan lingkungan dingin yang ekstrem.

1. Paparan Lingkungan Dingin

  • Berada di tempat dingin terlalu lama: Hal ini terjadi terutama saat cuaca dingin, angin kencang (wind chill), atau berada di ketinggian (misalnya saat mendaki gunung) tanpa perlindungan pakaian yang memadai.

  • Pakaian Basah: Pakaian yang basah (akibat keringat, hujan, atau tercebur ke air) mempercepat hilangnya panas tubuh melalui evaporasi. Air dingin bahkan menghilangkan panas tubuh 25 kali lebih cepat daripada udara dingin.

  • Perendaman dalam Air Dingin: Kecelakaan di laut, sungai, atau danau dingin dapat dengan cepat menyebabkan hipotermia karena suhu air yang sangat rendah.

2. Faktor Risiko Tambahan

  • Usia: Bayi, balita, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi karena kemampuan mereka dalam mengatur suhu tubuh kurang efektif.

  • Kelelahan dan Dehidrasi: Tubuh yang lelah dan kekurangan cairan memiliki cadangan energi yang terbatas untuk menghasilkan panas yang cukup.

  • Kondisi Medis: Penyakit tertentu (seperti hipotiroidisme atau infeksi berat) dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu.

  • Konsumsi Zat Tertentu: Penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang dapat mengganggu penilaian dan respons tubuh terhadap rasa dingin, sehingga meningkatkan risiko paparan dingin berkepanjangan.

Gejala Hipotermia Berdasarkan Tingkat Keparahan

Gejala hipotermia muncul secara bertahap dan menunjukkan tingkat keparahan yang berbeda:

1. Hipotermia Ringan (Suhu 32∘C – 35∘C )

Gejala paling khas adalah menggigil hebat—ini adalah respons pertahanan otomatis tubuh untuk menghasilkan panas. Selain itu, penderita akan merasakan kulit pucat dan dingin, mati rasa pada tangan dan kaki, napas dan detak jantung yang cepat, kesulitan berbicara, dan kelelahan.

2. Hipotermia Sedang (Suhu 28∘C – 32∘C )

Pada tahap ini, menggigil biasanya berhenti. Ini adalah tanda bahaya. Napas dan detak jantung mulai melambat secara signifikan, tekanan darah menurun, penderita mengalami kebingungan parah, dan terjadi penurunan kesadaran.

3. Hipotermia Berat (Suhu Di bawah 28∘C)

Ini adalah kondisi kritis. Penderita akan kehilangan kesadaran total, mengalami kaku otot, napas dan denyut nadi sangat lemah atau bahkan tidak teraba. Risiko henti jantung dan kematian sangat tinggi pada tahap ini.

Pertolongan Pertama dan Penanganan

Hipotermia adalah kondisi darurat medis. Segera hubungi bantuan medis profesional (ambulans) secepat mungkin.

Langkah Pertolongan Pertama (Saat Menunggu Bantuan Medis)

  1. Pindahkan ke Tempat Hangat: Bawa penderita segera ke lokasi yang kering dan terlindung dari angin.

  2. Lepaskan Pakaian Basah: Ganti semua pakaian basah dengan selimut atau pakaian kering dan hangat untuk mencegah hilangnya panas lebih lanjut.

  3. Hangatkan Inti Tubuh: Fokuskan penghangatan pada area inti tubuh: kepala, leher, dada, dan selangkangan.

    • Bungkus penderita dengan selimut kering dan tebal.

    • Jika sadar, Anda bisa melakukan kontak kulit ke kulit (memeluk penderita di dalam selimut).

    • Gunakan kompres hangat (misalnya botol air hangat yang dibungkus kain) pada area inti tubuh. Penting: Hindari kompres langsung pada lengan dan kaki karena ini bisa berbahaya.

  4. Berikan Minuman Hangat: Jika penderita dalam kondisi sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat dan manis (bukan alkohol atau kafein) untuk membantu menaikkan suhu tubuh dari dalam.

  5. Jangan Pijat: Jangan pernah menggosok atau memijat anggota tubuh penderita, karena dapat merusak jaringan.

Tindakan untuk Kondisi Berat

Jika penderita hipotermia tidak sadar, tidak bernapas, atau tidak memiliki denyut nadi, segera mulai tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR jika Anda terlatih, sambil menunggu bantuan medis tiba.

Pencegahan Hipotermia

  • Berpakaian Berlapis: Selalu gunakan pakaian berlapis (layering). Lapisan luar harus kedap air dan tahan angin.

  • Tetap Kering: Segera ganti pakaian basah. Kelembapan mempercepat hilangnya panas tubuh.

  • Nutrisi dan Hidrasi: Konsumsi makanan berkalori cukup dan minum cukup cairan untuk menjaga pasokan energi tubuh.

  • Lindungi Kepala dan Anggota Gerak: Gunakan topi, sarung tangan, dan sepatu yang sesuai karena sebagian besar panas tubuh dapat hilang melalui bagian-bagian tersebut.