RSUD Simpang Lima Gumul

Bukan Sekadar Mabuk: Mengenal Lebih Dekat Bahaya Miras yang Mengintai Kesehatan

Diposting oleh: Promosi Kesehatan | 25 Sep 2025

Bukan Sekadar Mabuk: Mengenal Lebih Dekat Bahaya Miras yang Mengintai Kesehatan

Seenak Apasih Miras Yakin Dengan Resikonya?

Minuman beralkohol, atau miras, sering dianggap sebagai cara untuk bersenang-senang, bagian dari perayaan, atau bahkan sekadar pelepas penat. Namun, di balik sensasi euforia sesaat, miras menyimpan ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental. Efeknya jauh melampaui rasa pusing atau mual yang biasa dirasakan setelah mabuk.


Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang pada Tubuh

Miras adalah zat depresan yang bekerja dengan cepat memengaruhi sistem saraf pusat. Setelah dikonsumsi, alkohol diserap langsung ke dalam aliran darah dan mulai memengaruhi fungsi otak, menyebabkan efek langsung seperti disorientasi, hilangnya koordinasi, dan bicara yang tidak jelas. Namun, bahaya yang lebih besar adalah kerusakan jangka panjang yang perlahan tapi pasti merusak berbagai organ vital:

  1. Kerusakan Hati: Hati adalah organ utama yang bertugas menyaring racun dari darah. Konsumsi alkohol berlebihan memaksa hati bekerja ekstra keras. Proses metabolisme alkohol ini dapat memicu peradangan dan pembentukan jaringan parut. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit hati berlemak, sirosis (pengerasan hati), hingga gagal hati yang berujung fatal.

  2. Masalah Jantung dan Pembuluh Darah: Minum miras berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memicu detak jantung tidak beraturan (aritmia), dan melemahkan otot jantung. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kardiomiopati alkoholik, yaitu melemahnya otot jantung yang bisa menyebabkan gagal jantung.

  3. Kerusakan Otak dan Sistem Saraf: Alkohol adalah zat neurotoksin yang bisa merusak sel-sel otak. Dampak jangka panjangnya meliputi gangguan memori, kesulitan belajar, dan bahkan risiko demensia. Selain itu, alkohol bisa menyebabkan gangguan saraf perifer, yang memicu rasa kebas atau kesemutan di tangan dan kaki.

  4. Meningkatkan Risiko Kanker: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan alkohol sebagai karsinogen (zat pemicu kanker) golongan 1. Ini artinya, ada bukti ilmiah yang kuat bahwa alkohol bisa menyebabkan kanker. Minum miras meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, payudara, dan usus.


Bahaya pada Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup

Meskipun sering dianggap sebagai "pelarian" dari masalah, miras justru bisa memperburuk kondisi mental:

  1. Memicu atau Memperburuk Depresi dan Kecemasan: Alkohol mengubah kimia otak yang mengatur suasana hati. Sering minum miras bisa memicu atau memperburuk gejala depresi dan kecemasan, menciptakan lingkaran setan di mana seseorang minum untuk mengatasi kesedihan, tapi justru menjadi lebih tertekan.

  2. Ketergantungan dan Kecanduan: Tubuh bisa mengembangkan toleransi terhadap alkohol, yang berarti butuh dosis lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama. Dari sinilah, ketergantungan fisik dan psikologis bisa dimulai. Kecanduan alkohol adalah penyakit serius yang sulit diatasi tanpa bantuan profesional dan dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

  3. Dampak Sosial dan Finansial: Kecanduan miras sering kali menghancurkan hubungan pribadi, mengganggu pekerjaan, dan menyebabkan masalah keuangan yang serius akibat biaya konsumsi alkohol dan pengeluaran terkait kesehatan.


Referensi

  • Pangestuti, E. (2016). Minuman Keras yang Berpengaruh Terhadap Timbulnya Kejahatan. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulungagung, 28.

  • Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Publikasi Ilmiah. (2024). Dampak Mengkonsumsi Minuman Keras pada Kalangan Remaja.

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Bahan Ajar tentang Bahaya Alkohol.