RSUD Simpang Lima Gumul

Lelah Mental di Era Digital? Gen Z dan Kesehatan Jiwa yang Tertekan

Diposting oleh: Promosi Kesehatan | 25 Sep 2025

Lelah Mental di Era Digital? Gen Z dan Kesehatan Jiwa yang Tertekan

Ada Apa Dengan Gen Z ?

Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi yang paling akrab dengan teknologi. Namun, di balik kemudahan akses internet, mereka menghadapi tantangan kesehatan mental yang signifikan. Sebuah laporan dari American Psychological Association (APA) bahkan menyebut Gen Z sebagai generasi yang paling sering melaporkan tingkat stres tinggi. Lantas, mengapa ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?


Gejala dan Pemicu Masalah Mental

Masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat. Namun, ada beberapa tanda yang bisa kamu kenali pada diri sendiri atau orang terdekat:

  • Pola Tidur yang Berantakan: Sering susah tidur (insomnia) atau justru tidur berlebihan.

  • Perubahan Kebiasaan Makan: Nafsu makan tiba-tiba menurun atau justru meningkat drastis.

  • Menghindar dari Orang Lain: Kehilangan minat pada hobi dan aktivitas yang disukai, serta menarik diri dari pergaulan sosial.

  • Kecemasan Berlebihan: Sering merasa khawatir, panik, atau gelisah tanpa alasan jelas.

  • Perasaan Putus Asa: Sering merasa sedih, hampa, atau tidak bersemangat dalam waktu yang lama.

Lalu, apa saja yang membuat Gen Z begitu rentan terhadap masalah ini?

  1. Tekanan Media Sosial: Di media sosial, semua orang tampak punya kehidupan yang sempurna, yang membuat banyak Gen Z membandingkan diri dan merasa tidak percaya diri. Riset dari Pew Research Center menunjukkan bahwa 55% remaja merasa tertekan untuk tampil "paling oke" di media sosial.

  2. Tuntutan Akademik dan Karier: Persaingan di sekolah dan dunia kerja sangat ketat. Tekanan untuk meraih nilai tinggi dan mendapatkan pekerjaan impian dapat memicu stres yang berkepanjangan.

  3. Ketidakpastian Global: Peristiwa besar seperti pandemi, isu perubahan iklim, dan kondisi ekonomi yang tidak menentu menimbulkan kecemasan besar akan masa depan.


Tiga Cara Efektif untuk Mengatasi

Jika kamu atau orang terdekatmu merasakan gejala di atas, ada tiga langkah yang bisa diambil:

  1. Batasi Media Sosial: Studi yang diterbitkan di Journal of Social and Clinical Psychology membuktikan bahwa mengurangi waktu di media sosial, meskipun hanya 30 menit per hari, bisa menurunkan tingkat depresi dan rasa kesepian secara signifikan.

  2. Latih Mindfulness: Teknik ini membantu kamu untuk fokus pada momen saat ini, bukan khawatir tentang masa lalu atau masa depan. Meditasi dan latihan pernapasan adalah cara yang efektif untuk menenangkan pikiran.

  3. Cari Bantuan Profesional: Jangan ragu untuk mencari pertolongan dari psikolog atau konselor. Terapi, khususnya Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terbukti efektif dalam membantu Gen Z mengelola pikiran negatif dan kecemasan. National Alliance on Mental Illness (NAMI) melaporkan terapi ini dapat mengurangi gejala depresi hingga 70-80% pada banyak kasus.


Referensi

  • American Psychological Association (APA). (2018). Stress in America: Generation Z.

  • Pew Research Center. (2018). Teens, Social Media & Technology 2018.

  • Hunt, M. G., Marx, R., Lipson, C., & Young, J. (2018). No More FOMO: Limiting Social Media Decreases Loneliness and Depression. Journal of Social and Clinical Psychology, 37(10), 751-766.

  • National Alliance on Mental Illness (NAMI). (2020). Mental Health Facts: Youth and Young Adults.